Like on Facebook

Rabu, 20 Juni 2012

Contoh Kasus DEADLOCK dikehidupan sehari-hari

Oleh :
Hardika Dwi Hermawan         11520241004
Rama Bramantara                 11520241027
Ulfia Nurhalimah R                11520241034
Anis Khoerun Nisa                 11520241038

Tentang Deadlock dulu nich : 
Sebenarnya itu ntar ada kaitannya dengan mata kuliah Sistem Operasi. hehe

Deadlock  pada Sistem Operasi adalah keadaan dimana 2 atau lebih proses saling menunggu meminta resources untuk waktu yang tidak terbatas lamanya. Analoginya seperti pada kondisi jalan raya dimana terjadi kemacetan parah. Deadlock adalah efek samping dari sinkronisasi, dimana satu variabel digunakan oleh 2 proses.

KASUS 1 :

Deadlock dapat dianalogikan dalam kondisi ketika sedang mengerjakan tugas dimana terdapat 1 orang berperan sebagai notulis dan dua orang bertugas mendiktekan hasil diskusi yang sudah selesai dikerjakan dan harus diketik. Ketika dua orang pendikte secara bersamaan mendiktekan sesuatu kepada notulis maka notulis akan kesulitan untuk memilih yang mana yang harus dituliskan terlebih dahulu. Dalam kondisi “bingung” tersebut yang disebut keadaan deadlock.

KASUS 2 :
Deadlock dapat dianalogikan lagi seperti ketika di UNY ada konser Raisha dan RAN di GOR UNY. Ketika konser selesai dan semua penonton ingin keluar dari GOR dan hanya terdapat satu buah pintu yang terbuka. Semua akan berdesak-desakan berebut keluar melewati pintu tersebut. Sehingga akhirnya malah tidak ada yang akhirnya keluar karena tidak ada yang mau mengalah dan mendahulukan oranglain.

KASUS 3:
Deadlock dapat dianalogikan lagi seperti ketika dikelas PTI E sebanyak 39 orang ini sedang dilaksanakan UTS mata kuliah Sistem Operasi. Soal berupa esai yang harus ditulis tangan. Namun ternyata di kelas tersebut hanya terdapat satu buah pulpen. Ketika seluruh mahasiswa berebut ingin menggunakan pulpen tersebut terlebihdahulu disbanding yang lain untuk mengerjakan soal dan tidak ada yang mau mengalah atau memberi kesempatan kepada oranglain untuk menggunakan pulpen terlebih dahulu.

0 komentar:

Karna hidup punya banyak rasa untuk harimu