Like on Facebook

Kamis, 09 Juli 2009

LSI: Pemilih SBY Sarjana, Mega Mayoritas SD - pemilu.okezone.com

Kamis, 9 Juli 2009 - 15:28 wib
Ajat M Fajar - Okezone

JAKARTA - Lembaga Survei Indonesia (LSI) melakukan survei prilaku pemilih berdasarkan dari jenjang pendidikannya. Hasilnya, mayoritas orang yang memiliki gelar S1 lebih dominan memilih pasangan SBY-Boediono, sedangkan jenjang terendah yakni sekolah dasar, mayoritas pendukung Mega-Prabowo.

Direktur LSI Syaiful Mujani memaparkan, untuk jenjang sarjana pemilih SBY-Boediono mencapai 64 persen. Jumlah ini jauh diatas pasangan pasangan JK-Wiranto (13,2 persen) dan Mega-Prabowo (9,8 persen).

Ditingkatan SMA, pemilih SBY-Boediono masih dominan dengan perolehan 61,8 persen disusul Mega-Prabowo (12,9) dan JK-Wiranto (12,7). Untuk lulusan SMP, SBY-Boediono 54,5 persen, Mega-Prabowo 20,7 persen, dan JK-Wiranto 10,3 persen.

Sedangkan untuk lulusan SD, sebanyak 57,7 persen memilih SBY-Boediono, 23,8 persen menyontreng Mega-Prabowo, dan JK-Wiranto 8,8 persen. Bagi pasangan Mega-Prabowo, lulusan SD menjadi pemilih terbanyak jika dibandingkan dengan jenjang pendidikan lainnya.

Selain melakukan survei berdasarkan jenjang pendidikan, LSI juga melakukan survei memilih berdasarkan warga kota dan desa, kaum santri dan abangan, serta kalangan Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah. "Hasilnya, mayoritas pemilih tetap menyontreng SBY-Boediono," tandas Syaiful Mujani, Kamis (9/7/2009). (teb)

LSI: Pemilih SBY Sarjana, Mega Mayoritas SD - pemilu.okezone.com

Shared via AddThis

Aburizal: SBY Terlalu Populer - pemilu.okezone.com

Kamis, 9 Juli 2009 - 16:30 wib
Amirul Hasan - Okezone
TEXT SIZE :

JAKARTA - Salah satu Dewan Pembina Partai Golkar yang juga Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Aburizal Bakrie mengakui kekalahan calon presiden yang diusung partainya, Jusuf Kalla, dilatarbelakangi figur SBY yang masih sangat kuat.

"Bapak SBY terlalu populer," ujarnya singkat usai mengikuti rapat terbatas di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis (9/7/2009).

Dia menyangkal bahwa faktor kekalahan capres nomor urut tiga, karena mesin politik Golkar tidak bekerja secara optimal. Menurutnya, dalam Pemilihan Presiden sangat dipengaruhi oleh figur calon, bukan partai.

Hal ini berbeda dengan pemilihan legislatif yang memilih orang dengan partai. "Kalau Pilpres tidak terkait dengan partai, itu tentang orang memilih orang, bukan memilih partai. Yang dipilih bukan Golkar, yang dipilih adalah orang," kata pria yang akrab disapa Ical ini.

Kendati demikian, selaku Dewan Pembina, ia tidak ingin JK mundur atau diberhentikan melalui Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub). Ia menambahkan, DPP Golkar sepertinya tidak akan menyelenggarakan Munaslub, hanya saja mungkin ada desakan Munas yang sedianya akan diadakan pada bulan Oktober, namun dipercepat menjadi bulan Juli atau Agustus.

"Harusnya jangan mundur, kalau nanti Rapim memutuskan Munas dilakukan pada bulan Juli atau Agustus akan lebih baik begitu," tukasnya. (nov)

Aburizal: SBY Terlalu Populer - pemilu.okezone.com

Shared via AddThis

MENGAPA SBYBOEDIONO MENANG SATU PUTARAN - Pemilu Terkini - tvOne Memang Beda

MENGAPA SBYBOEDIONO MENANG SATU PUTARAN - Pemilu Terkini - tvOne Memang Beda

Shared via AddThis

Rabu, 08 Juli 2009

Exit Poll LSI, SBY Raih 59,6%


Rabu, 8 Juli 2009 - 13:30 wib
Stefanus Yugo Hindarto - Okezone
TEXT SIZE :


JAKARTA - Pasangan calon presiden dan wakil presiden Soesilo Bambang Yudhoyono-Boediono memperoleh 59,6 persen suara pada exit poll yang dilakukan Lembaga Survei Indonesia (LSI).

Menurut peneliti senior Lembaga Survei Indonesia (LSI) Burhanuddin Muhtadi, hasil Exit Poll LSI menunjukkan pasangan Megawati-Prabowo menempati posisi kedua dengan 19,3 persen, dan pasangan JK-Wiranto memperoleh 11 persen. Sedangkan responden yang tidak menjawab mencapai 10,1 persen.

"Data yang terkumpul baru 85 persen," ujar Burhanudin kepada okezone, Rabu (8/7/2009).

Exit poll merupakan opini pemilih yang diwawancai setelah mencontreng dan keluar dari TPS. "Responden terpilih secara random di 2.100 TPS yang tersebar di seluruh Indonesia dengan margin error sekira 2,8 persen," ujarnya. (mbs)

Exit Poll LSI, SBY Raih 59,6% Suara - pemilu.okezone.com

Shared via AddThis

SBY Dapat Penghargaan Antikorupsi - news.okezone.com

JAKARTA - Sehari sebelum pencontrengan SBY mendapatkan penghargaan dari Forum Bem Anti Korupsi. Penghargaan tersebut diberikan karena Presiden SBY atas keberhasilannya dianggap telah berhasil memberantas korupsi di Indonesia.

"Atas peran dan jasanya, dalam memberantas korupsi, maka kami memberikan Award sebagai bapak pemberantasan korupsi Indonesia," ujar juru bicara Forum BEM Antikorupsi yang juga Ketua BEM Universitas Paramadina Deni Firmansayah di Warung Daun, Cikini, Jakarta.

Lebih lanjut Deni menambahkan bahwa masa kepemimpinan SBY merupakan masa keberhasilan dalam pemberantasan korupsi. Dimasa kepemimpinan SBY telah menangani kasus korupsi bebanyak 3.157 di antaranya 127 kasus melibatkan pejabat dan mantan pejabat negara, bahkan beberapa kepala daerah.

Deni juga membantah tudingan bahwa gerakannya ini berpihak kepada pasangan nomor urut 2 SBY-Boediono. "kami tidak mendukung salah satu calon presiden pun namun jika persepsi di luar kita dianggap mendukung SBY silakan saja," ucapnya.

Dan siapapun yang terpilih nantinya agar dapat meneruskan pemberantasan korupsi. "Semoga pemerintahan kedepan siapapun yang terpilih dapat terus melakukan pemberantasan korupsi," pungkasnya.(ahm)

SBY Dapat Penghargaan Antikorupsi - news.okezone.com

Shared via AddThis

Visi, Misi, Strategi dan Program Kerja Pasangan SBY-Boediono

Visi, Misi, Strategi dan Program Kerja Pasangan Capres-Cawapres SBY-Boediono dipaparkan oleh Bapak Presiden SBY malam tadi dihadapan para pendukung beliau dan disiarkan melalui TVRI. Berikut adalah ringkasan paparan tersebut yang sempat kami catat sbb:

Adapun Visi dan Misinya adalah untuk melanjutkan keberhasilan Pembangunan Indonesia seperti yang telah dilaksanakan dalam periode 5-tahun yang lalu, meneruskan apa-apa yang sudah baik dan melakukan Perubahan yang diperlukan (Change) untuk hal-hal yang belum berhasil dilaksanakan agar mencapai hasil yang lebih baik lagi untuk memajukan Bangsa dan Negara Indonesia dan memberikan Kesejahteraan bagi segenap Rakyat Indonesia. Program Pembangunan yang dilaksanakan adalah Pembangunan yang inklusif serta berkeadilan. Beliau menegaskan bahwa ini bukanlah Kebijakan Eknomi Neo-Liberalisme seperti yang banyak dituduhkan orang.

Pasangan SBY-Boediono mentargetkan Pertumbuhan Ekonomi sebesar 7% sampai dengan akhir 2014, sebuah sasaran yang cukup optimis mengingat situasi lingkungan eknomi global dan domestik yang masih belum lepas dari Krisis Finansial Global, dan belum dipastikan bila kondisi ini dapat ditanggulangi pada tahun 2010.

Pasangan Capres-Cawapres SBY-Boediono telah merancang 5 Strategi Pokok sebagai berikut:
Melanjutkan Pembangunan Ekonomi Indonesia untuk mencapai Kesejahteraan bagi seluruh Rakyat Indonesia.
Melanjutkan upaya menciptakan Good Government dan Good Corporate Governance.
Domekratisasi Pembangunan dengan memberikan ruang yang cukup untuk partisipasi dan kreativitas segenap komponen Bangsa.
Melanjutkan penegakan hukum tanpa pandang bulu dan memberantas korupsi.
Belajar dari pengalaman yang lalu dan dari negara-negara lain, maka Pembangunan Masyarakat Indonesia adalah pembangunan yang inklusif bagi segenap komponen bangsa.

Untuk melaksanakan hal-hal tersebut diatas, maka telah dirancang 13 Pokok-pokok Program Kerja sebagai berikut:
Melanjutkan Program Pendidikan Nasional.
Melanjutkan Program Kesehatan Masyarakat.
Melanjutkan Program Pengentasan Kemiskinan.
Menciptakan lebih banyak lagi Lapangan Kerja bagi Rakyat Indonesia.
Melanjutkan Program Pembangunan Infrastruktur Perekonomian Indonesia.
Meningkatkan Ketahanan Pangan dan Swasembada Beras, Gula, Jagung, dsb.
Menciptakan Ketahanan Energy dalam menghadapi Krisis Energi Dunia.
Menciptakan Good Goverment dan Good Corporate Governance.
Melanjutkan proses Demokratisasi.
Melanjutkan pelaksanaan Penegakan Hukum dan Pemberantasan Korupsi.
Pengembangan Teknologi.
Perbaikan Lingkungan Hidup.
Pengembangan Budaya Bangsa.

Silahkan bila ada kurang-lebihnya agar di-informasikan.

Silahkan ditanggapi dan semoga bermanfaat bagi Bangsa dan Negara

KANTONG SUARA SBYBOEDIONO - Kabar Terkini - tvOne Memang Beda

KANTONG SUARA SBYBOEDIONO - Kabar Terkini - tvOne Memang Beda

Shared via AddThis

SMS FITNAH SBY BEREDAR SEBELUM PENYONTRENGAN - Kabar Terkini - tvOne Memang Beda

SMS FITNAH SBY BEREDAR SEBELUM PENYONTRENGAN - Kabar Terkini - tvOne Memang Beda

Shared via AddThis

Selasa, 07 Juli 2009

Hasil Survey Calon Presiden LP3ES


Hasil Survey CSIS, LP3ES, LIPI, dan Puskapol UI mengenai perilaku politik masyarakat menuju Pemilu 2009.

Keterangan: Survey ini menjaring 2957 responden yang tersebar di 150 desa di seluruh wilayah provinsi di Indonesia. Metode sampling adalah multi-stage random sampling dengan memperhatikan proporsi wilayah "desa-kota" dan aspek gender. Pengumpulan data lapangan dilakukan pada 9 hingga 20 februari 2009 melalui wawancara tatap muka dengan masyarakat usia dewasa. Margin of Error dari survey ini adalah +/- 1.8% pada tingkat kepercayaan 95%.

Puisi Sahabat yang kukenang

Tiada kudengar lagi canda tawamu
Persahabatan kita tinggal kenangan
Kau telah meninggalkan alam fana ini
Pupuslah sudah cerita persahabatan kita

Mengapa kau pergi
saat aku memerlukanmu
Disaat persahabatan kita
sedang berbunga
Kurelakan semua itu

Dikala kau masih ada disampingku
Aku sedih kaupun sedih
Aku senang kaupun senang
Kau adalah sahabat yang setia
Kudoakan semoga kau diterima
disisi Nya

Puisi Untuk Sahabat

Disaat kita nikmati kebersamaan
Banyak hal terlewatkan begitu saja
Keceriaan, gelak-tawa serta canda
Semuanya mengalir begitu saja

Waktu yang tersedia
Seolah tak mampu untuk menampungnya
Begitu cepat berlalu
Berlari seolah tak mau berhenti

Kenangan-kenangan itu terasa tak kali kita pergi
Pergi meninggalkan semua kegembiraan yang melenakan
Satu persatu kenangan itu diputar kembali
Ada sederet senyum saat terlintas film-film yang lalu

Kenapa kegembiraan itu harus pergi?
Kenapa tak selalu mengikutiku kemana pergi?
Kapan ini semua akan terulang?
Akankah kita tetap seperti ini?

Sahabat...
Semua yang pernah kita jalani
Hari demi hari, waktu demi waktu
Tak kala kita lalui semuanya bersama

Banyak hal yang pernah terjadi
Semua kita lalui dengan segala kekurangan yang kita miliki
Kadang benci, kesal dan kecewa
Juga senang, hormat dan sayang

Sungguh luar biasa apa yang telah kita lalui bersama
Inikah pemberian tak ternilai dari Sang Kuasa?
Yang sering kali tak pernah kita syukuri

Ya, Allah.. Lindungilah mereka yang ku-cinta

Senin, 06 Juli 2009

Pencapaian atau Kesuksesan Pemerintahan SBY




Setelah dilantik oleh MPR pada tanggal 20 Oktober 2004, SBY langsung menunjukkan komitmen dan dedikasinya secara nyata. Berbagai pencapaian yang gemilang berhasil diukir SBY. 


- Harga BBM diturunkan hingga tiga kali (2008-2009), pertama kali sepanjang sejarah.

- Perekonomian terus tumbuh di atas 6% pertahun, tertinggi setelah orde baru.

- Cadangan devisa pada tahun 2008 US$ 51 miliar, tertinggi sepanjang sejarah.

- Rasio hutang negara terus turun menjadi 34% pada tahun 2008.

- CGI dibubarkan dan IMF lunas.

- Memajukan program-program pro-rakyat seperti: BLT, BOS, Beasiswa, JAMKESMAS, PNPM Mandiri, dan KUR tanpa agunan tambahan.

- Anggaran pendidikan naik menjadi 20% dari APBN, pertama kali sepanjang sejarah.

- Kesejahteraan guru ditingkatkan. Gaji guru minimal Rp.2juta dan menetapkan penuntasan pengangkatan guru bantu menjadi PNS pada tahun 2009. 

- Pelayanan kesehatan gratis bagi rakyat miskin. Anggaran kesehatan naik 3 kali lipat dari sebelumnya, tertinggi sejak orde baru.

- Korupsi diberantas tanpa pandang bulu. Lebih dari 500 pejabat publik diproses secara hukum, tertinggi sejak merdeka.

- Pengangguran terus menurun. 9,9% pada tahun 2004 menjadi 8,5% pada tahun 2008.

- Kemiskinan terus turun. 16,7% pada tahun 2004 menjadi 15,4% pada tahun 2008.

- Kedamaian tersemai dan keamanan semakin terjaga, NKRI semakin bersatu.

- Dan masih banyak lagi. 




Semua prestasi pencapaian pemerintahan SBY tersebut membuktikan bahwa presiden SBY merupakan salah satu sosok presiden yang bisa menyelesaikan persoalan bangsa dengan kepemimpinan yang bijak, cermat, dan tepat.

Penghargaan dan Prestasi Susilo Bambang Yudhoyono sampai sekarang


Beberapa penghargaan yang diraih SBY selama menitih karier 


* Tri Sakti Wiratama (Prestasi Tertinggi Gabungan Mental Fisik, dan Intelek), 1973
* Adhi Makayasa (lulusan terbaik Akabri 1973)
* Satya Lencana Seroja, 1976
* Honor Graduate IOAC, USA, 1983
* Satya Lencana Dwija Sista, 1985
* Lulusan terbaik Seskoad Susreg XXVI, 1989
* Dosen Terbaik Seskoad, 1989
* Satya Lencana Santi Dharma, 1996
* Satya Lencana United Nations Peacekeeping Force (UNPF), 1996
* Satya Lencana United Nations Transitional Authority in Eastern Slavonia, Baranja, and Western Sirmium (UNTAES), 1996
* Bintang Kartika Eka Paksi Nararya, 1998
* Bintang Yudha Dharma Nararya, 1998
* Wing Penerbang TNI-AU, 1998
* Wing Kapal Selam TNI-AL, 1998
* Bintang Kartika Eka Paksi Pratama, 1999
* Bintang Yudha Dharma Pratama, 1999
* Bintang Dharma, 1999
* Bintang Maha Putera Utama, 1999
* Tokoh Berbahasa Lisan Terbaik, 2003
* Bintang Asia (Star of Asia), 2005, oleh BusinessWeek
* Bintang Kehormatan Darjah Kerabat Laila Utama, 2006, oleh Sultan Brunei
* Doktor Honoris Causa, 2006, oleh Universitas Keio
* Darjah Utama Seri Mahkota, 2008, oleh Yang DiPertuan Agong Tuanku Mizan Zainal Abidin
* 100 tokoh Berpengaruh Dunia kategori Pemimpin & Revolusioner Majalah TIME, 2009, oleh TIME

Susilo Bambang Yudhoyono juga pernah dicalonkan untuk menjadi penerima penghargaan Nobel perdamaian 2006 bersama dengan Gerakan Aceh Merdeka dan Martti Ahtisaari atas inisiatif mereka untuk perdamaian di Aceh.

Karier politik Susilo Bambang Yudhoyono


Karier politik

Tampil sebagai juru bicara Fraksi ABRI menjelang Sidang Umum MPR 1998 yang dilaksanakan pada 9 Maret 1998 dan Ketua Fraksi ABRI MPR dalam Sidang Istimewa MPR 1998. Pada 29 Oktober 1999, ia diangkat sebagai Menteri Pertambangan dan Energi di pemerintahan pimpinan Presiden Abdurrahman Wahid. Setahun kemudian, tepatnya 26 Oktober 1999, ia dilantik sebagai Menteri Koordinator Politik, Sosial, dan Keamanan (Menko Polsoskam) sebagai konsekuensi penyusunan kembali kabinet Abdurrahman Wahid.

Dengan keluarnya Maklumat Presiden pada 28 Mei 2001 pukul 12.00 WIB, Menko Polsoskam ditugaskan untuk mengambil langkah-langkah khusus mengatasi krisis, menegakkan ketertiban, keamanan, dan hukum secepat-cepatnya lantaran situasi politik darurat yang dihadapi pimpinan pemerintahan. Saat itu, Menko Polsoskam sebagai pemegang mandat menerjemahkan situasi politik darurat tidak sama dengan keadaan darurat sebagaimana yang ada dalam Undang-undang Nomor 23 tahun 1959.

Belum genap satu tahun menjabat Menko Polsoskam atau lima hari setelah memegang mandat, ia didesak mundur pada 1 Juni 2001 oleh pemberi mandat karena ketegangan politik antara Presiden Abdurrahman Wahid dan DPR. Jabatan pengganti sebagai Menteri Dalam Negeri atau Menteri Perhubungan yang ditawarkan presiden tidak pernah diterimanya.

Kabinet Gotong Royong pimpinan Presiden Megawati Soekarnoputri melantiknya sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) pada 10 Agustus 2001. Merasa tidak dipercaya lagi oleh presiden, jabatan Menko Polkam ditinggalkannya pada 11 Maret 2004. Berdirinya Partai Demokrat pada 9 September 2002 menguatkan namanya untuk mencapai kerier politik puncak. Ketika Partai Demokrat dideklarasikan pada 17 Oktober 2002, namanya dicalonkan menjadi presiden dalam pemilu presiden 2004.

Setelah mengundurkan diri dari jabatan Menko Polkam dan sejalan dengan masa kampanye pemilu legislatif 2004, ia secara resmi berada dalam koridor Partai Demokrat. Keberadaannya dalam Partai Demokrat menuai sukses dalam pemilu legislatif dengan meraih 7,45 persen suara. Pada 10 Mei 2004, tiga partai politik yaitu Partai Demokrat, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia, dan Partai Bulan Bintang secara resmi mencalonkannya sebagai presiden dan berpasangan dengan kandidat wakil presiden Jusuf Kalla.

Profil Boediono


Prof. Dr. Boediono,M.Ec. (lahir di Blitar, Jawa Timur, 25 Februari 1943; umur 66 tahun). Boediono beristrikan Herawati dan memiliki dua anak, Ratriana Ekarini dan Dios Kurniawan. Ia memperoleh gelar Bachelor of Economics (Hons.) dari Universitas Western Australia pada tahun 1967. Lima tahun kemudian, gelar Master of Economics diperoleh dari Universitas Monash. Kemudian pada tahun 1979, ia mendapatkan gelar S3 (Ph.D.) dalam bidang ekonomi dari Wharton School, Universitas Pennsylvania. Ia mendapat penghargaan Bintang Mahaputra Adipradana tahun 1999 dan "Distinguished International Alumnus Award" dari University of Western Australia pada tahun 2007.

Boediono pertama kali diangkat menjadi menteri pada tahun 1998 dalam Kabinet Reformasi Pembangunan sebagai Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional. Setahun kemudian, ketika terjadi peralihan kabinet dan kepemimpinan dari Presiden BJ Habibie ke Abdurrahman Wahid, ia digantikan oleh Kwik Kian Gie.

Ia kembali diangkat sebagai Menteri Keuangan pada tahun 2001 dalam Kabinet Gotong RoyongRizal Ramli. Sebagai Menteri Keuangan dalam Kabinet Gotong Royong, ia membawa Indonesia lepas dari bantuan Dana Moneter Internasional dan mengakhiri kerja sama dengan lembaga tersebut[5]. Oleh BusinessWeek, ia dipandang sebagai salah seorang menteri yang paling berprestasi dalam kabinet tersebut. Di kabinet tersebut, ia bersama Menteri Koordinator Perekonomian Dorodjatun Kuntjoro-Jakti dijuluki 'The Dream Team' karena mereka dinilai berhasil menguatkan stabilitas makroekonomi Indonesia yang belum sepenuhnya pulih dari Krisis Moneter 1998. Ia juga berhasil menstabilkan kurs rupiah di angka kisaran Rp 9.000 per dolar AS. 

Ketika Susilo Bambang Yudhoyono terpilih sebagai presiden, banyak orang yang mengira bahwa Boediono akan dipertahankan dalam jabatannya, namun posisinya ternyata ditempati Jusuf Anwar. Menurut laporan, Boediono sebenarnya telah diminta oleh Presiden Yudhoyono untuk bertahan, namun ia memilih untuk beristirahat dan kembali mengajar. Saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melakukan perombakan (reshuffle) kabinet pada 5 Desember 2005, Boediono diangkat menggantikan Aburizal Bakrie menjadi Menteri Koordinator bidang Perekonomian. Indikasi Boediono akan menggantikan Aburizal Bakrie direspon sangat positif oleh pasar sejak hari sebelumnya dengan menguatnya IHSG serta mata uang rupiah. Kurs rupiah menguat hingga dibawah Rp 10.000 per dolar AS. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEJ juga ditutup menguat hingga 23,046 poin (naik sekitar 2 persen) dan berada di posisi 1.119,417, berhasil menembus level 1.100. Ini karena Boediono dinilai mampu mengelola makro-ekonomi yang kala itu belum didukung pemulihan sektor riil dan moneter.

Pada tanggal 9 April 2008, DPR mengesahkan Boediono sebagai Gubernur Bank Indonesia, menggantikan Burhanuddin Abdullah. Ia merupakan calon tunggal yang diusulkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan pengangkatannya didukung oleh Burhanuddin Abdullah, Menkeu Sri Mulyani, Kamar Dagang Industri atau Kadin, serta seluruh anggota DPR kecuali fraksi PDIP.



HASIL KARYA BOEDIONO
Mubyarto, Boediono, Ace Partadiredja. 1981. Ekonomi Pancasila. BPFE. Yogyakarta.
Boediono. 2001. Indonesia menghadapi ekonomi global. BPFE. Yogyakarta.
Boediono. Strategi Industrialisasi: Adakah Titik Temu ? Prisma Tahun XV, No.1. (1986)
The International Monetary Fund Support Program in Indonesia: Comparing Implementation Under Three Presidents. Bulletin of Indonesia Economic Studies, 38(3): 385-392, December 2002.
Kebijakan Fiskal: Sekarang dan Selanjutnya?. dalam Subiyantoro dan S. Riphat (Eds.). 2004. Kebijakan Fiskal: Pemikiran, Konsep dan Implementasi. Peneribit Buku Kompas, 43-55 pp.
Professor Mubyarto, 1938-2005. Bulletin of Indonesian Economic Studies 41(2):159-162, August 2005.
Stabilization in A Period of Transition: Indonesia 2001-2004. dalam The Australian Government-The Treasury, Macroeconomic Policy and Structural Change in East Asia: Conference Proceedings, Sydney (2005), ISBN 0 642 74290 1, 43-48 pp.
Managing The Indonesian Economy: Some Lessons From The Past?. Bulletin of Indonesia Economic Studies, 41(3):309-324, December 2005.

Profil dan Biografi Michael Jackson


Nama lahirnya adalah Michael Joseph Jackson
Lahir 29 Agustus 1958 (umur 50)
Gary, Indiana, Amerika Serikat
Wafat 25 Juni 2009,California, Los Angeles
Genre Pop, R&B, rock, soulPekerjaan Penyanyi, penulis lagu, produser rekaman, pengaransemen, penari, koreografer, aktor, pengusaha Instrumen Vokal, multi-instrumentalis, Perkusi
Tahun aktif 1967–2009 Perusahaan rekaman Motown, Epic, Sony Terkait dengan The Jackson 5/The Jacksons Situs web MichaelJackson.com
Michael Joseph Jackson (lahir di Gary, Indiana, Amerika Serikat, 29 Agustus 1958 – wafat di Los Angeles, Amerika Serikat, 25 Juni 2009 pada umur 50 tahun[1]) adalah penyanyi dan penulis lagu dari Amerika Serikat. Ia terkenal sebagai “Raja Pop” dan mempopulerkan gerakan dansa “moonwalk” yang telah menjadi ciri khasnya. Albumnya yang dirilis pada tahun 1982, Thriller, adalah album terlaris di dunia, dengan penjualan melebihi 104 juta kopi di seluruh dunia. Ia mulai karir bernyanyi pada usia lima tahun sebagai anggota kelompok vokal keluarga Jackson (kelak menjadi The Jackson 5) sebelum meluncurkan album solo pertamanya Got to Be There pada tahun 1971. Anak ketujuh dari keluarga Jackson, dia membuat debut di musik professional pada umur 11 tahun sebagai anggota dari Jackson 5.

Pada awal tahun 1980-an, dia menjadi figur yang sangat dominan dalam musik pop and musisi Afrika-Amerika pertama yang mempunyai crossover kuat di MTV. Popularitas dalam musiknya menanjak saat ditayangkan di MTV, antara lain “Beat It”, “Billie Jean” dan Thriller dianggap telah mengubah video klip menjadi sebuah bentuk karya seni dan sebagai alat promosi untuk mempopulerkan sebuah channel tv. Video-video seperti “Black or White” dan “Scream” membuat Jackson menjadi andalan utama MTV pada tahun 1990-an. Lewat penampilan panggung dan video-video klipnya, Jackson mempopulerkan sejumlah teknik menari seperti robot dan moonwalk. Suara dan gaya vocal Jackson mempengaruhi dan diikuti oleh banyak penyanyi hip hop, pop dan R&B.

Penghargaan – penghargaan yang telah dia raih termasuk beberapa kali Guinness World Records—termasuk Thriller sebagai album terlaris di dunia— 13 Grammy Awards, 13 buah single nomor 1 dalam solo karirnya dari musisi pria lainnya dalam Hot 100 era—dan penjualan 750 juta unit di seluruh dunia. Hidup Jackson sangat terkenal di seluruh dunia, didampingi dengan karirnya yang sangat sukses, membuatnya menjadi bagian dari kebudayaan pop selama 4 dekade. dalam beberapa tahun dia sering disebut – sebut sebagai salah satu pria paling terkenal di dunia.

Michael Jackson meninggal dunia pada hari Kamis, 25 Juni 2009. Ia tidak sadarkan diri setelah menderita henti jantung.

Profil Susilo Bambang Yudhoyono


Jend. TNI Purn. Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono (lahir di Tremas, Arjosari, Pacitan, Jawa Timur, Indonesia, 9 September 1949; umur 59 tahun) adalah pensiunan jenderal militer Indonesia dan Presiden Indonesia ke-6 yang terpilih dalam pemilihan umum secara langsung oleh rakyat pertama kali. Yudhoyono menang dalam pemilu presiden September 2004 melalui dua tahapan pemilu presiden atas kandidat Presiden Megawati Sukarnoputri. Ia mulai menjabat pada 20 Oktober 2004 bersama Jusuf Kalla sebagai Wakil Presiden.

Yudhoyono yang dipanggil Sus oleh orang tuanya dan populer dengan panggilan SBY, melewatkan sebagian masa kecil dan remajanya di Pacitan. Melalui amandemen UUD 1945 yang memungkinkan presiden dipilih secara langsung oleh rakyat, ia kemudian terpilih menjadi Presiden Republik Indonesia pertama pilihan rakyat. Ia menjadi presiden Indonesia keenam setelah dilantik pada 20 Oktober 2004 bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla. Karier militernya terhenti ketika ia diangkat Presiden Abdurrahman Wahid sebagai Menteri Pertambangan dan Energi pada tahun 1999 dan tampil sebagai salah seorang pendiri Partai Demokrat. Pangkat terakhir Susilo Bambang Yudhoyono adalah Jenderal TNI sebelum pensiun pada 25 September 2000. Selama di militer lebih dikenal sebagai Bambang Yudhoyono.

Keunggulan suaranya dari Presiden sebelumnya, Megawati Soekarnoputri pada pemilu 2004 membuatnya terpilih sebagai kepala negara Indonesia. Dalam kehidupan pribadinya, Ia menikah dengan Kristiani Herawati yang merupakan anak perempuan ketiga Jenderal (Purn) Sarwo Edhi Wibowo (alm), komandan RPKAD (kini Kopassus) yang turut membantu menumpas Partai Komunis Indonesia (PKI) pada tahun 1965.

Latar belakang dan keluarga

Ia lahir di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur pada 9 September 1949 dari anak pasangan Raden Soekotjo dan Siti Habibah. Dari ayahnya, silsilahnya dapat dilacak hingga Pangeran Buwono Keling dari Kerajaan Majapahit dengan RM. Kustilah yang merupakan keturunan Gusti Bandoro Ayu (putri Sri Sultan Hamengkubuwono III.

Seperti ayahnya; Viditaris Sasongko, ia pun berkecimpung di dunia kemiliteran. Selain tinggal di kediaman keluarga di Bogor (Jawa Barat), SBY juga tinggal di Istana Merdeka, Jakarta. Susilo Bambang Yudhoyono menikah dengan Kristiani Herawati yang adalah anak perempuan ketiga Jenderal (Purnawirawan) Sarwo Edhi Wibowo (alm). Komandan militer Jenderal Sarwo Edhi Wibowo turut membantu menumpas PKI (Partai Komunis Indonesia) pada tahun 1965. Dari pernikahan mereka lahir dua anak lelaki, yaitu Agus Harimurti Yudhoyono (lahir 1979) dan Edhie Baskoro Yudhoyono (lahir 1982).

Agus adalah lulusan dari SMA Taruna Nusantara tahun 1997 dan Akademi Militer Indonesia tahun 2000. Seperti ayahnya, ia juga mendapatkan penghargaan Adhi Mekayasa dan seorang prajurit dengan pangkat Letnan Satu TNI Angkatan Darat yang bertugas di sebuah batalion infantri di Bandung, Jawa Barat. Agus menikahi Anissa Larasati Pohan, seorang aktris yang juga anak dari mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia. Sejak pertengahan 2005, Agus menjalani pendidikan untuk gelar master-nya di Strategic Studies at Institute of Defense and Strategic Studies, Singapura. Anak yang bungsu, Edhie Baskoro lulus dengan gelar ganda dalam Financial Commerce dan Electrical Commerce tahun 2005 dari Curtin University of Technology di Perth, Australia Barat.
Pendidikan

* Akademi Angkatan Bersenjata RI (Akabri) tahun 1973
* American Language Course, Lackland, Texas AS, 1976
* Airbone and Ranger Course, Fort Benning , AS, 1976
* Infantry Officer Advanced Course, Fort Benning, AS, 1982-1983
* On the job training di 82-nd Airbone Division, Fort Bragg, AS, 1983
* Jungle Warfare School, Panama, 1983
* Kursus Senjata Antitank di Belgia dan Jerman, 1984
* Kursus Komando Batalyon, 1985
* Sekolah Komando Angkatan Darat, 1988-1989
* Command and General Staff College, Fort Leavenworth, Kansas, AS
* Master of Art (MA) dari Management Webster University, Missouri, AS
* Doktor dalam bidang Ekonomi Pertanian dari Institut Pertanian Bogor (IPB), tahun 2004.

Karier militer

Tahun 1973, ia lulus dari Akademi Militer Indonesia (Akabri: Angkatan Bersenjata Republik Indonesia dengan penghargaan Adhi Makayasa sebagai murid lulusan terbaik dan Tri Sakti Wiratama yang merupakan prestasi tertinggi gabungan mental, fisik, dan intelek. Periode 1974-1976, ia memulai karier di Dan Tonpan Yonif Linud 330 Kostrad. Pada tahun 1976, ia belajar di Airborne School dan US Army Rangers, American Language Course (Lackland-Texas), Airbone and Ranger Course (Fort Benning) Amerika Serikat.

Kariernya berlanjut pada periode 1976-1977 di Dan Tonpan Yonif 305 Kostrad, Dan Tn Mo 81 Yonif Linud 330 Kostrad (1977), Pasi-2/Ops Mabrigif Linud 17 Kujang I Kostrad (1977-1978, Dan Kipan Yonif Linud 330 Kostrad (1979-1981, Paban Muda Sops SUAD (1981-1982. Periode 1982-1984, ia belajar di Infantry Officer Advanced Course (Fort Benning) Amerika Serikat.

Tahun 1983, ia belajar pada On the job training in 82-nd Airbone Division (Fort Bragg) Amerika Serikat, Jungle Warfare School (Panama, Kursus Senjata Antitank di Belgia dan Jerman pada tahun 1984, Kursus Komando Batalyon (1985) dan meniti karier di Komandan Sekolah Pelatih Infanteri (1983-1985), Dan Yonif 744 Dam IX/Udayana (1986-1988), dan Paban Madyalat Sops Dam IX/Udayana (1988).

Periode 1988-1989, ia Sekolah Komando Angkatan Darat dan belajar di US Command and General Staff College pada tahun 1991. Periode (1989-1993), ia bekerja sebagai Dosen Seskoad Korspri Pangab, Dan Brigif Linud 17 Kujang 1 Kostrad (1993-1994, Asops Kodam Jaya (1994-1995) dan Danrem 072/Pamungkas Kodam IV/Diponegoro (1995) serta Chief Military Observer United Nation Peace Forces (UNPF) di Bosnia-Herzegovina (1995-1996). Pada tahun 1997, ia diangkat sebagai Kepala Angkatan Bersenjata dan Staf Urusan Sosial dan Politik. Ia pensiun dari kemiliteran pada 1 April 2001 oleh karena pengangkatannya sebagai menteri.

Lulusan Command and General Staff College (Fort Leavenwort) Kansas Amerika Serikat dan Master of Art (MA) dari Management Webster University Missouri ini juga meniti karier di Kasdam Jaya (1996), dan Pangdam II/Sriwijaya sekaligus Ketua Bakorstanasda. Karier militernya terhenti sebagai Kepala Staf Teritorial (Kaster ABRI) dengan pangkat Jenderal.

Karier politik

Tampil sebagai juru bicara Fraksi ABRI menjelang Sidang Umum MPR 1998 yang dilaksanakan pada 9 Maret 1998 dan Ketua Fraksi ABRI MPR dalam Sidang Istimewa MPR 1998. Pada 29 Oktober 1999, ia diangkat sebagai Menteri Pertambangan dan Energi di pemerintahan pimpinan Presiden Abdurrahman Wahid. Setahun kemudian, tepatnya 26 Oktober 1999, ia dilantik sebagai Menteri Koordinator Politik, Sosial, dan Keamanan (Menko Polsoskam) sebagai konsekuensi penyusunan kembali kabinet Abdurrahman Wahid.

Dengan keluarnya Maklumat Presiden pada 28 Mei 2001 pukul 12.00 WIB, Menko Polsoskam ditugaskan untuk mengambil langkah-langkah khusus mengatasi krisis, menegakkan ketertiban, keamanan, dan hukum secepat-cepatnya lantaran situasi politik darurat yang dihadapi pimpinan pemerintahan. Saat itu, Menko Polsoskam sebagai pemegang mandat menerjemahkan situasi politik darurat tidak sama dengan keadaan darurat sebagaimana yang ada dalam Undang-undang Nomor 23 tahun 1959.

Belum genap satu tahun menjabat Menko Polsoskam atau lima hari setelah memegang mandat, ia didesak mundur pada 1 Juni 2001 oleh pemberi mandat karena ketegangan politik antara Presiden Abdurrahman Wahid dan DPR. Jabatan pengganti sebagai Menteri Dalam Negeri atau Menteri Perhubungan yang ditawarkan presiden tidak pernah diterimanya.

Kabinet Gotong Royong pimpinan Presiden Megawati Soekarnoputri melantiknya sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) pada 10 Agustus 2001. Merasa tidak dipercaya lagi oleh presiden, jabatan Menko Polkam ditinggalkannya pada 11 Maret 2004. Berdirinya Partai Demokrat pada 9 September 2002 menguatkan namanya untuk mencapai kerier politik puncak. Ketika Partai Demokrat dideklarasikan pada 17 Oktober 2002, namanya dicalonkan menjadi presiden dalam pemilu presiden 2004.

Setelah mengundurkan diri dari jabatan Menko Polkam dan sejalan dengan masa kampanye pemilu legislatif 2004, ia secara resmi berada dalam koridor Partai Demokrat. Keberadaannya dalam Partai Demokrat menuai sukses dalam pemilu legislatif dengan meraih 7,45 persen suara. Pada 10 Mei 2004, tiga partai politik yaitu Partai Demokrat, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia, dan Partai Bulan Bintang secara resmi mencalonkannya sebagai presiden dan berpasangan dengan kandidat wakil presiden Jusuf Kalla.

Ringkasan karir

* Dan Tonpan Yonif Linud 330 Kostrad (1974-1976)
* Dan Tonpan Yonif 305 Kostrad (1976-1977)
* Dan Tn Mo 81 Yonif Linud 330 Kostrad (1977)
* Pasi-2/Ops Mabrigif Linud 17 Kujang I Kostrad (1977-1978)
* Dan Kipan Yonif Linud 330 Kostrad (1979-1981)
* Paban Muda Sops SUAD (1981-1982)
* Komandan Sekolah Pelatih Infanteri (1983-1985)
* Dan Yonif 744 Dam IX/Udayana (1986-1988)
* Paban Madyalat Sops Dam IX/Udayana (1988)
* Dosen Seskoad (1989-1992)
* Korspri Pangab (1993)
* Dan Brigif Linud 17 Kujang 1 Kostrad (1993-1994)
* Asops Kodam Jaya (1994-1995)
* Danrem 072/Pamungkas Kodam IV/Diponegoro (1995)
* Chief Military Observer United Nation Peace Forces (UNPF) di Bosnia-Herzegovina (sejak awal November 1995)
* Kasdam Jaya (1996-hanya lima bulan)
* Pangdam II/Sriwijaya (1996-) sekaligus Ketua Bakorstanasda
* Ketua Fraksi ABRI MPR (Sidang Istimewa MPR 1998)
* Kepala Staf Teritorial (Kaster ABRI (1998-1999)
* Mentamben (sejak 26 Oktober 1999)
* Menko Polsoskam (Pemerintahan Presiden KH Abdurrahman Wahid)
* Menko Polkam (Pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri) mengundurkan diri 11 Maret 2004
* Presiden Republik Indonesia (2004-Sedang Menjabat)

Penghargaan

* Tri Sakti Wiratama (Prestasi Tertinggi Gabungan Mental Fisik, dan Intelek), 1973
* Adhi Makayasa (lulusan terbaik Akabri 1973)
* Satya Lencana Seroja, 1976
* Honor Graduate IOAC, USA, 1983
* Satya Lencana Dwija Sista, 1985
* Lulusan terbaik Seskoad Susreg XXVI, 1989
* Dosen Terbaik Seskoad, 1989
* Satya Lencana Santi Dharma, 1996
* Satya Lencana United Nations Peacekeeping Force (UNPF), 1996
* Satya Lencana United Nations Transitional Authority in Eastern Slavonia, Baranja, and Western Sirmium (UNTAES), 1996
* Bintang Kartika Eka Paksi Nararya, 1998
* Bintang Yudha Dharma Nararya, 1998
* Wing Penerbang TNI-AU, 1998
* Wing Kapal Selam TNI-AL, 1998
* Bintang Kartika Eka Paksi Pratama, 1999
* Bintang Yudha Dharma Pratama, 1999
* Bintang Dharma, 1999
* Bintang Maha Putera Utama, 1999
* Tokoh Berbahasa Lisan Terbaik, 2003
* Bintang Asia (Star of Asia), 2005, oleh BusinessWeek
* Bintang Kehormatan Darjah Kerabat Laila Utama, 2006, oleh Sultan Brunei
* Doktor Honoris Causa, 2006, oleh Universitas Keio
* Darjah Utama Seri Mahkota, 2008, oleh Yang DiPertuan Agong Tuanku Mizan Zainal Abidin
* 100 tokoh Berpengaruh Dunia kategori Pemimpin & Revolusioner Majalah TIME, 2009, oleh TIME

Susilo Bambang Yudhoyono juga pernah dicalonkan untuk menjadi penerima penghargaan Nobel perdamaian 2006 bersama dengan Gerakan Aceh Merdeka dan Martti Ahtisaari atas inisiatif mereka untuk perdamaian di Aceh.

5 Ciri - Ciri pemimpin yang dibutuhkan Indonesia


Banyaknya persoalan yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini, akan sangat rentan terhadap ancaman disintegrasi bangsa. Untuk itu dibutuhkan seorang pemimpin nasional yang beriman, bermoral, berilmu, terampil, dan demokratis. Kehadiran pemimpin tersebut dangat penting untuk menjawab tuntutan zaman, sehingga persatuan dan kesatuan tetap kokoh, kesejahteraan, keamanan, kenyamanan, dan ketentraman rakyat dapat terwujud.

Adapun ciri-ciri seorang pemimpin tersebut, yaitu :

1. Pemimpin yang Beriman

    Beriman artinya kesadaran untuk menyakini dengan sungguh-sungguh adanya Tuhan. Keyakinan itu menuntut seorang untuk melaksanakan segala perintah Tuhan dan menjauhi larangan Tuhan. Pemimpin yang beriman memiliki sifat dan ciri - ciri antara lain : 

    - seorang itu adil dan jujur

    - dapat menjadi Uswatun Hasanah (suri tauladan yang baik )

    - Lisanul hal ( bahasa tanpa suara, yang dilakukan dalam bentuk tingkah laku dan perbuatan )

    - taat beribadah

    - dapat mengemban amanah ( dapat dipercaya ) dan memiliki kredibilitas

2. Pemimpin yang Bermoral

    artinya pemimpin tersebut taat kepada aturan - aturan, kaidah-kaidah, dan norma yang berlaku dalam masyarakat, dan bertindak benar secara moral. adapun ciri-ciri pemimoin yang bermoral diantaranya :

   - santun dalam berbicara maupun berperilaku

   - setia dan taat terhadap peraturan

   - mampu mengendalikan diri agar persatuan, kesatuan, kesejahteraan, keamanan,ketentraman bangsa dan negara dapat terwujud

   - mampu mengangkat citra, harkat, dan martabat bangsa

   - memiliki naluri kebersamaan

3. Pemimpin yang berilmu dan Cerdas

    artinya seorang pemimpin itu memiliki pengetahuan dan wawasan yang luas. Dengan pegetahuan dan wawasannya yang luas tersebut ua diharapkan dapat membawa kemajuan bangsa disegala bidang. Ciri-cirinya :

   - Berpandangan luas dan tidak faatif terhadap golongan

   - komunikatif, informatif, aspiratif, dan akomodatif

   - melihat jau kedepan ( prospektif )

4. Pemimpin yang Terampil

    Pemimpin yang terampil adalah pemimpin yang memiliki keahlian dalam bidang tugasnya. Artinya seorang pemimpin secar teknis harus terampil agar pekerjaanya menjadi lebih efektif dan efisien. Ciri - ciri pemimpin yang terampil diantaranya :

   - memahami bidang tugasnya

   - pekerja keras

   - mampu memahaami permasalahan yang komplek yang dihadapi bangsa

   - memiliki penglihatan (visi) sosial yang tajam

   - kemampuan merumuskan kebijakan dengan bijaksana dan tepat

5. Pemimpin yang Demokratis

   artinya pemimpin tersebut lebih mengedepankan prinsip-prinsip demokratis yang mementingkan kepentingan rakyat. ciri dari pemimpin yang demokratis diantaranya :

   - bersikap terbuka, baik dalam menerima ide, saran, maupun kritik

   - mampu menciptakan tenga pengganti danberjiwa demokratis

   - bijaksana dalam meghadapi masalah

   - bersedia mendengar, menerima, dan  menghargai pendapat orang lainserta mampu membuat keputusan terbaik

   - mampu mengelola konflik

Dengan adanya seorang pemimpin tersebut, akan sangat berperan dalam kemajuan bangsa agar dapat menjaga nilai - nilai pancasila dan kepribadian bangsa Indonesia tentunya.

Karna hidup punya banyak rasa untuk harimu