Like on Facebook

Senin, 01 April 2013

Gelap Terang Kemudian Gelap Lagi


Pada awalnya, aku mengira aku itu tersesat.
Tersesat dalam sebuah ruang gelap dan sunyi.
Aku tak dapat melihat apapun, aku bingung untuk bergerak.

Aku bingung hendak melangkah kemana.
Hingga akhirnya, sebuah cahaya kecil mulai muncul.
Perlahan berjalan mendekat, perlahan mulai memberi penerangan semua yang ada disekitarnya.



Aku tersenyum bahagia.
Aku merasa tenang, damai dan tak kebingungan lagi.
Cahaya itu mampu menuntunku, memberikan arah tujuan yang jelas kemana aku hendak berjalan.
Benda-benda dan keidupan disekitarku mulai terlihat.
Ternyata, ada begitu banyak sekali keindahan dan kebahagiaan yang tercipta disana.
Aku dapat melihat kehidupan ini berjalan dengan begitu indah, begitu membahagiaan, dan begitu menyejukan.

Semilir angin yang aku rasakan menambah keindahan yang mampu dipancarkan.
Aku dapat merasakan semua kasih sayang makhluk hidup disekitarku.
Tak terkecuali itu bukan hanya manusia, melainkan alam.
Alam yang selalu mengirimkan sinyal-sinyal kehangatannya.

Tapi,
Tak lama setelah itu.
Semua perlahan menjauh, menghilang dan redup.
Cahaya yang tadinya dekat dan mampu memberikan mimpi yang jelas mulai redup kembali.
Aku tertegun dan berdiri diam di posisiku sendiri,
aku berusaha untuk meraih dan mengejar cahaya yang redup itu.

Namun, semua sia-sia.
Cahaya itu pergi dengan membawa mimpi indah di keesokan hari.

Harapan, tujuan, serta keindahan yang tercipta perlahan mati.

Ruangan mulai kembali gelap tertutup awan gelap dan tanpa cahaya .
Aku kembali merasa gelap, sunyi, bingung.
Kemana cahaya itu akan kuraih?
Sampai saat ini aku terus mencari titik-titik cahaya itu agar kembali menerangi ruang gelapku.


0 komentar:

Karna hidup punya banyak rasa untuk harimu