Like on Facebook

Kamis, 06 Maret 2014

Singgah Sebentar di Istana Maimun, Medan

Saya bersama teman dari Universitas Indonesia
Awal bulan Maret lalu, saya diberi kesempatan untuk berkunjung beberapa hari di Provinsi Sumatera Utara. Sumatera Utara adalah provinsi yang pertama kali saya singgahi di Pulau Sumatera. Sebelum berangkat ke sana, saya sudah berpikir mengenai budaya dan tradisi masyarakat medan yang menurutku unik dengan marga-marganya serta dengan Suku Batak Toba di Danau Toba yang terkenal itu.
Hari ke-3 di Medan, saya sempatkan berkunjung ke Istana Maimun yang katanya adalah Simbol kemegahan kerajaan Deli dimasa lampai. 
Dilihat dari sejarah Istana Maimun merupakan istana peninggalan kerajaan Deli yang dipimpin Sultan Al Rasyid Perkasa Alamsyah pada tahun 1973. Istana Maimun sempat ditempati oleh 4 Sultan Melayu yang memerintah saat itu. Istanan ini dibangun pada tahun 1988 yang diarsiteki oleh TH Van Erp yang bekerja juga sebagai Konijnlijk Nederlands-Indische Leger (KNIL), atau tentara Kerajaan Hindia-Belanda. Desain bangunannya adalah perpaduan antara Indonesia, Persia, dan Eropa. Nuansa Melayu dan Islam jelas terlihat di bangunan yang terletak di Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Medan Maimun ini.
Pelaminan Melayu Istana Maimun
Untuk memasuki Istana Maimun, kita hanya perlu membayar kontribusi sebesar Rp. 5000,00. Di dalam ruang utama istana, terdapat pelaminan Melayu yang sangat bagus dan megah. Banyak pengunjung yang mengabadikan momen di depan pelaminan ini termasuk saya. :D Di Istana Maimun juga terdapat banyak barang barang peninggalan kerjaan Deli seperti foto foto, baju adata, maupun senjata kerajaan Deli di pajang di dalam Kompleks istana ini.
Masih didalam Kompleks istana terdapat teempat Meriam Putung yang memiliki nilai mistik sendiri bagi orang Medan. Kono meriam ini merupakan jelmaan dari adik Putri Hijau yang berasal dari Kerajaan Deli Tua. Sang Putri menjelma di saat terjadi perang antara kerajaan Aceh dan Melayu. Hal ini karena pinangan Raja Aceh ditolak oleh Putri Hijau. Pecahan dari meriam ini tersimpan di Kabupaten Karo, Sumatera Utara.
Kesimpulan yang dapat saya ambil setelah berkunjung ke Istana Maimun adalah peninggalan sejarah seperti merupakan salah satu aset penting yang perlu dilestarikan dan kita jaga. Di dalamnya terdapat banyak sekali peninggalan sejarah dan sejarah kerajaan yang dapat kita pelajari dan ambil poin-poin pentingnya.
Selamat berkunjunga ke Istana Maimun traveller :)

0 komentar:

Karna hidup punya banyak rasa untuk harimu