Like on Facebook

Selasa, 20 Maret 2012

Tradisi Begalan ( Purbalingga, Banyumas, Banjarnegara, Cilacap)


Ini ni, salah satu tradisi yang ada di Eks Karesidenan Banyumas.... yaitu BEGALAN bukan BEGOLON .... :D
NB : disini a = a, bukan a = o ,,.
=============================

Edisi Bahasa Jawa Banyumasan :

Begalan kuwe pacakan seni tutur tradisi sing diramu seni tari, pigunane nggo srana nyumponi urut-urutan upacara Pengantenan. Di gelar sejrone acara tekane rombongan penganten lanang mlebu maring plataran (latar) penganten wadon. Uba rampene wujud alat-alat dapur sing diarani "Brenong Kepang". Kuwe jan-jane salah sijine gawan penganten lanang, go nyumponi syarat adat mBanyumas sing tegese (makna simbolis)gathuk karo falsafah Jawa khususe wewengkon Banyumas. Contone: ilir, iyan, cething, kusan, kalo (saringan ampas), tampah (nyiru), sorokan, centhong, siwur, irus, kendhil karo wangkring lan wlira. Egin ditambah maning karo ubarampe sajen, yakuwe pala pendhem, pala gantung, pala kesimpar, kembang pitung rupa/werna, beras kuning, sewernane gegodhongan,gedhang raja lan gedhang emas, endhog ayam,lan liya-liyane egin akeh maning. Sandhangane wong sing kedhapuk upacara begalan kiye kudu nganggo klambi kampret srawa ireng, bebed lancingan bathik Banyumasan,ikete wulung jeblagan, lan sikile kudu nyeker ora kena nganggo trumpah.
Upacara Begalan kiye isine pitutur nggo penganten sakloron gole arep mbangun somah. Sejrone catur-gunem upacara, kuwe diwedharaken pitutur becik nggo penganten lan tamu sing pada teka ngrubung, kadhang-kadhang dibumboni glewehan-glewehan kepriwe carane wong urip omah-omah lanang-wadon. Pagelaran seni kiye diiring gendhing Jawa Banyumasan [Ricik-ricik, crebonan, gunung sari, gudril lan eling-eling ].
Maksud lan prelambang dibegal: "sing dibegal, kuwe dudu dunyane, tapi Bajang Sawane kaki penganten lan nini penganten".
Upacara kiye di wakilaken tukang njoged sing wis biasa (dhukun begalan), gunggunge ana wong loro; sing siji dadi wakile penganten wadon gawane "Wlira" ruyung jambe (sigaran wit jambe), dene wakil penganten/besan lanang nggawa "Brenong Kepang" kuwe isen-isene prabot dapur.
Biasane bar gelaran, "Brenong kepang" (alat dapur) sing digawa kuwe dibalangaken kanggo rebutan/rayahan penonton.

 Penjelasan dari Bahasa Indonesia :

Begalan ialah ritual yang merupakan bagian dari rangkaian upacara pernikahan yang terdapat di Kabupaten Banyumas, Purbalingga, maupun Banjarnegara, Jawa Tengah. Kata “begalan” jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia berarti perampokan. Upacara ini disebut Begalan karena prosesinya hampir sama dengan peristiwa perampokan. Begalan merupakan simbol bergantinya status keperjakaan seorang laki-laki menjadi suami. Namun, tidak semua calon pengantin menyelenggarakan upacara seperti ini, sebab upacara ini hanya diperuntukkan bagi calon pengantin laki-laki yang merupakan anak sulung (mbarep) dan anak bungsu (ragil).
Jumlah pemain dalam upacara ini terdiri dari dua orang, satu orang mewakili calon pengantin laki-laki yang disebut Jurutani, dan satu orang lagi mewakili calon pengantin perempuan yang disebut Suradenta. Peralatan yang digunakan dalam Upacara Begalan disebut brenong kepang dan wlira. Brenong kepang ialah barang bawaan berupa peralatan dapur dan aneka barang bawaan lainnya yang dipikul oleh Jurutani. Berbagai jenis peralatan dapur itu di antaranya ilir, cething, kukusan, saringan ampas, tampah, serokan, enthong, siwur, irus, kendhil, dan wangkring. Selain itu, dibawa juga berbagai macam ubi-ubian, buah-buahan, pala kesimpar, kembang tujuh rupa, beras kuning, pisang raja, pisang emas, dan telur ayam kampung. Peralatan dapur tersebut merupakan simbol piwulang (pelajaran) bagi calon pengantin, yaitu sebagai bekal dalam mengarungi hidup berumah tangga, baik sebagai keluarga, anggota masyarakat, maupun hamba Tuhan. Sedangkan Suradenta membawa barang yang disebut wlira, yaitu pedang mainan yang terbuat dari belahan pohon pinang yang digunakan sebagai sarana (senjata) untuk membegal.
Upacara ini diselenggarakan sebelum ijab kabul dilaksanakan, tepatnya ketika pengantin laki-laki memasuki halaman rumah calon pengantin perempuan. Walaupun diselenggarakan dalam tempo yang cukup singkat, tapi upacara ini bukanlah sekedar pelengkap dari upacara perkawinan saja, karena di dalamnya mengandung hikmah, yaitu sebagai piwulang, nasehat, dan bekal bagi calon pengantin dalam mengarungi hidup berumah tangga.

Keistimewaan

Keistimewaan Upacara Begalan tampak pada adanya kombinasi seni tari, seni suara, dan seni lawak yang dimainkan secara bersamaan dalam bentuk dialog antarpemainnya dan diikuti juga dengan gerak tari. Upacara ini diiringi dengan alunan musik yang disebut gending. Adapun irama gending yang mengiringi upacara itu di antaranya irama ricik-ricik, cirebonan, gunung sari, gudril, dan eling-eling. Sedangkan busana yang dipakai Jurutani dan Suradenta berupa pakaian adat Jawa berwarna hitam, dengan memakai iket wulung jeblakkan, dan tidak memakai alas kaki. Busana para pemain Begalan itu merupakan simbol dari sifat kesederhanaan.
Dialog yang disampaikan dalam upacara itu hanya sebatas pada pemaknaan terhadap brenong kepang (peralatan dapur). Prosesi dialognya dimulai dengan penyebutan salah satu nama dari brenong kepang oleh Jurutani, kemudian Suradenta mengartikannya dan juga berlaku sebaliknya sembari diiringi dengan lawakan yang dapat mengundang tawa. Penyebutan barang bawaan tersebut di antaranya ilir (kipas yang terbuat dari anyaman bambu) dan cething (tempat untuk menaruh nasi). Ilir mengandung nasehat: dalam mengarungi rumah tangganya yang baru, sepasang suami istri harus mampu membedakan antara pergaulan yang baik dan yang buruk dalam bermasyarakat. sementara cething mengandung nasehat: dalam hidup bermasyarakat sepasang suami istri harus mempunyai tatanan, sehingga tidak berbuat semaunya sendiri. Dan masih banyak lagi penyebutan barang-barang lainnya yang terdapat dalam upacara ini.
Biasanya, upacara ini banyak dihadiri masyarakat dan wisatawan karena mengandung pesan-pesan luhur, dan terdapat juga unsur lawakan di dalamnya. Di akhir upacara, pengunjung juga dapat menyaksikan masyarakat yang berebut brenong kepang.

=====================================================================
Karna hidup punya banyak rasa untuk harimu