Like on Facebook

Rabu, 09 Mei 2012

Menjaga Amarah dan Memotivasi Diri "Senyumlah Dalam Duka, Tenanglah Dalam Suka"

Beberapa hari ini diriku menunjukan beberapa ketidakstabilan dalam urusan amarah/emosi. Amarah yang muncul selalu kucoba tuk minimalisasi dalam implementasi tindakan. Motivasi untuk lebih tenang dan belajar menerima atas pandangan-pandangan atau pikiran-pikiran ataupun argumen-argumen yang memang tak sesuai dengan pribadi selalu aku coba. 


Namun, akhir-akhir ini memang atas dasar apa dan ada apa emosi lebih cepat merambah dan meminta jiwa serta raga untuk menjadi teman baiknya. Kekuatan jiwa dalam mengendalikan setiap kondisi mungkin terkikis oleh aktivitas yang memang memaksa raga terus bekerja dan terlalu diforsis dengan pikiran yang tetap berpikir keras dengan masalah-masalah yang terus saja datang dan harus segera diselesaikan.

Ungkapan "Senyumlah dalam Duka, Tenanglah dalam Suka" dalam sandi ambalan ganesha ketika aku masih duduk di bangku SMA selalu aku jadikan motivasi dan kekuatan tersendiri terutama dalam keadaan duka/sedih ataupun kondisi jiwa yang kurang stabil. Memang sebuah pengertian dari orang terdekat itu sangat berarti dan dibutuhkan dan aku sendiri sangat sangat mengakui itu, tapi tak setiap saat mereka akan selalu mengerti dengan sikap yang selalu tersenyum dan bahagia dalam perilakunya. Sebuah tegad kuat untuk membuat orang sekitar tidak merasakan sedih dan tetap bahagia dengan kehadiran itu cukup membuat jiwa tenang untuk tidak merasa sedih. Tulisan diluar sini yang terkadang sedikit dapat menjadi catatan cerita perasaan dan ungkapan emosi yang memang tak harus dan tak dapat terus dipendam.

Result dari sebuah tindakan adalah bagaimana lingkungan memperlakukan kita dan terkadang ketika kita merasa tidak ataupun kurang diperhatikan oleh lingkungan itu menunjukan seberapa berarti kita ataupun dibutuhkannya kita dalam lingkungan itu. Terkadang keinginan untuk larut ataupun lari bukan keinginan yang memang benar-benar diinginkannya, melainkan sebaliknya.

Sebuah efek dari perasaan amarah yang tak dapat terkendali adalah dengan melakukan segala aktivitas yang setidaknya dapat melupakan masalah ataupun membuang pikiran buruk itu walau sebentar dan pada akhirnya tetap saja akan muncul. Refreshing, main, dan bercanda dengan teman menjadi aktivitas pengganti pikiran yang tak tenang. Dalam diam/tak mengeluarkan suara terdapat banyak sekali pikiran yang menjadi racun dan belenggu. Tulisan ini menjadi sebuah saksi dan harusku akui bahwa aku sangat membutuhkan kalian sahabat dan teman-temanku untuk segera menyegerakan pergi segala masalah dan pikiran negatife serta menyegarkan otak dan ingin kembali melakukan hal apapun (konyol, gila, dan bertualang) yang membuat pikiran menjadi tenang dan damai.

Rasa kedamaian itu selalu aku peroleh ketika berada dalam lingkungan/teman-teman baiku yang selama ini memang selalu memberikan warna tersendiri ditempat ini. wahahaha,,

Mungkin terlalu tragis atau tak pantas mengungkapkan kata-kata tulisan seperti ini. Seperti bak sampah mungkin bagi yang membaca ataupun sebatas rentetan tulisan yang tak berarti apapun. 


**************************
Harap dan berharap, persahabatan kita semua dapat saling terjaga dan hal-hal baik akan terus bersama dalam naungan kita. Serta kita semua dapat menjaga baik-baik sahabat-sahabat kita dengan segala pengertian dan pemahaman terhadap mereka.

============================
Kuliah di kota sebasar ini dengan ratusan toko berjajar . Di dalamnya terpajang ribuan bahkan jutaan barang menarik untuk dibawa pulang. Kita hanya perlu sedikit kelapangan hati untuk membeli produk sederhana, mengemasnya secara hati-hati, menyisipkan secarik ucapan, dan memberinya sebagai bingkisan pada rekan kerja/teman kuliah yang telah menjalin kerja baik selama ini. Bukan soal berapa uang yang harus kita belanjakan, namun seberapa panjang hubungan yang ingin kita rajut dengan mereka. :D

Beri bingkisan sebagai tanda penghargaan dan terima kasih pada sahabat kita. Kita mungkin tak mampu menjadi rekan kerja yang baik, atau bukan teman bicara yang mengerti keluh kesah sahabt. Kita mungkin bukan pemimpin yang baik, yang belum bisa menyediakan lingkungan kerja yang menyenangkan, namun kita bisa berikan sekotak bingkisan dari lubuh hati kita. Dan aku sendiri percaya, sesuatu yang berasal dari hati akan selalu singgah di hati pula... :D

============================
SEMANGAT AYOOO.. POSITIVE THINGKING...ehehhee
============================
Karna hidup punya banyak rasa untuk harimu